Dari buku
Tanpa
kulit muka
Tanpa
kulit belakang
inilah
selembar
halamannya
dibuka
tangan matahari pagi
setelah
jari telunjuknya
sempat
dijilat embun
Jangan tanya
mana
halaman sebelumnya
Inilah
selembar
halaman baru
terang
karena sorot lampu neon
Apa
bisamu
hanya
menatap
saja?
***
Alangkah hiruk-pikuknya halaman ini
Pawai menjerit-jerit
Semua meneriakkan mimpi missal manusia
Arak-arakan pamflet
bergerak
dan bergerak terus
huruf-huruf
besar berjingkrak-jingkrak
dari
kuburan ke kuburan
Mereka semua mengaku bernama mimpi
mimpi
kita sekalian, teriak mereka
termasuk
mimpiku konon
Tapi kukenal mimpiku
Yang ini semua
jelas
:
bukan!
No comments:
Post a Comment