Sastra
tanpa Kepala
Sedang asyik
melamun, dibuyarkan cekikikan si kelamin ganda. Katanya sastra sekarang harus
kontemporer. Isi kepala sudah penuh lantaran seks dan bir. Kemana peradaban?
Atau seks harus mentah-mentah dibusukkan kedalam toilet masjid? Ah, DKJ.
-DK-
No comments:
Post a Comment